Sabtu, 21 September 2013

Metode Penelitian Part I


Penelitian secara umum meliputi 3 (tiga) kegiatan yang harus dilalui yaitu: 1). Rancangan penelitian; 2). Pelaksanaan Penelitian; 3). Pembuatan laporan hasil penelitian. Rancangan penelitian merupakan proses yang tidak dapat dilewati ketika kita ingin melakukan penelitian. Masalah yang sering muncul dari rancangan ini yaitu kesalahan dalam memetakan rancangan dengan topik atau masalah yang akan diteliti. Karena penelitian itu sendiri berbagai macam seperti: penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian pengembangan, dan sebagainya.


1. Pengertian Rancangan (Metode) Penelitian
Rancangan penelitian secara sederhana dapat diartikan sebagai rencana pelaksanaan penelitian yang dibuat agar dapat melakukan penelitian dengan baik dan lancar. Arifin (2008) menyatakan bahwa rancangan penelitian adalah kerangka prosedur pengambilan, analisis, dan interpretasi data penelitian. Jadi, rancangan penelitian atau desain penelitian merupakan bagian yang harus dikemukakan dalam perencanaan. Rancangan penelitian ini menggambarkan prosedur yang digunakan peneliti dalam melihat apakah model testing data yang dilakukan memenuhi syarat validitas yang komprehensif mencakup validitas internal maupun eksternal.
Sugyono (2010) menyebut rancangan penelitian sebagai metode penelitian yang merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.  Sedangakan Sutomo (2009) mendefinisikan bahwa rancangan penelitian merupakan suatu bentuk strategi mengatur latar penelitian, agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variable dan tujuan penelitian sehingga mendapatkan validitas internal yang maksimal. Rancangan penelitian merupakan bagian paling utama dalam membuat suatu penelitian. Babbie dalam Prasetyo (2005), yang dimaksud rencana penelitian adalah mencatat perencanaan dari cara berpikir dan merancang suatu strategi untuk menemukan sesuatu.
2. Jenis-jenis Metode Penelitian
Ada perbedaan metode penelitian dari setiap jenis penelitian. Jadi sebaiknya mengetahui terlebih dahulu arah/ jenis penelitian kita sebelum kita membuat metode penelitian,  Sugyono (2010) mengklasifikasikan jenis-jenis metode penelitian berdasarkan 2 aspek yaitu, tujuan dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti (Gambar 1).
Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat dibagi menjadi: 1). Penelitian dasar; 2). Penelitian terapan; dan 3). Penelitian pengembangan. Selanjutnya berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dibagi menjadi: 1). Metode eksperimen, 2). Survey, dan 3). Naturalistik.  

 


·         Aspek Tujuan
1).     Penelitian dasar, bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian ini umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol dengan ketat. Jujun S. Suriasumantri dalam Sugyono (2010) menyatakan bahwa penelitian dasar adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
2).    Penelitian pengembangan, merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Penelitian pengembangan merupakan jembatan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan, maksudnya untuk analisis kebutuhan hingga mampu dihasilkan produk yang bersifat hipotetik sering menggunakan metode penelitian dasar. Selanjutnya untuk menguji produk yang masih bersifat hipotetik tersebut digunakan eksperimen. Setelah produk teruji, maka dapat diaplikasikan. Proses pengujian produk dengan eksperimen itu dinamakan penelitian terapan.
3).    Penelitian terapan, dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.

·         Aspek tingkat kealamiahan obyek yang diteliti
1).    Penelitian eksperimen, tempat penelitian di laboratorium dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak dapat pengaruh dari luar. Metode penelitian ini digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan.
2).    Penelitian survey, digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya.
3).    Penelitian naturalistic/kualitatif, digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan peneliti.

Berdasarkan jenis-jenis penelitian di atas, maka dapat dikemukan bahwa, yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survey, sedangkan yang termasuk dalam metode kualitatif yaitu metode naturalistik. Penelitian dasar umumnya menggunakan metode eksperimen dan kualitatif, penelitian terapan menggunakan eksperimen dan survey, dan penelitian pengembangan dapat menggunakan survey, kualitatif dan eksperimen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar