Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Salmonella thyposa

Banyak orang belum mengenal si Salmonella thyposa ini, namun siapa yang tak kenal dengan typus, yah lebih akrabnya disebut dengan demam typus. Alhamdulillah saya sudah sempat berkenalan dengan keduanya, tepat tanggal 5 September 2011, hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1432 H kemarin. Saat mereka menyapa badan ini terasa lemah, tak bertenaga, ditambah suhu tubuh yang naik turun, sistem gerak pun terasa kaku. Sungguh tak tahan mengalami semuanya, akhirnya mama memutuskan membawaku ke praktek dokter terdekat. Diagnosis awal dokter menyatakan demam tinggi, tapi harus ada pemeriksaan lanjut, akhir kata untuk penanganan awal saya pun harus menginap sebentar di klinik tersebut karena harus di infus. Pukul 23:00 WIB pegawai lab. pun datang dan mengambil darah dari tubuh saya, ini pertama kalinya darah ku di ambil, dan ini juga pertama kalinya tangan ini kembali diinfus setelah 15 tahun. Paginya pukul 09:00WIB seorang suster pun datang dan membawakan hasil darah, dan saya pun positif mengalami demam thyposa (typus *red). Nah itulah asal muasal saya akrab dengan si Salmonella thyposa, dan saya pun tertarik memposting nya dlm blog ini, ditambah lagi ada beberapa rekan saya mengalami miskonsepsi dengan penyakit typus ini, kata mereka "typus itu bukan karena digigit tikus ya??" dan ku pun berusaha menjelaskan dengan pengetahuan yang seadanya. Yuk kenal lebih jauh...

Salmonella adalah suatu genus bacteria enterobakteria gram negatif berbentuk tongkat yang mengakibatkan penyakit paratifus, tifus, dan penyakit foodborne. Species-species salmonella bisa bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfide. Salmonella ini diberi nama oleh Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika Serikat, meskipun sebenarnya rekannya Theobald Smith yang pertama kali menemukan bakteri ini pada tahun 1885 pada tubuh babi. Salmonella merupakan kuman gram negatif, tidak berspora dan panjangnya bervariasi. Kebanyakan species bergerak dengan flagel peritrih. Salmonella tumbuh cepat pada pembenihan biasa tetapi tidak meragikan sukrosa dan laktosa. Kuman ini merupakan asam dan beberapa gas dari glukosa dan manosa. Kuman ini bisa hidup dalam air yang dibekukan dengan masa yang lama. Salmonella resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat, dan natrium dioksikholat. Senyawa ini menghambat kuman koliform dan karena itu bermanfaat untuk isolasi salmonella dari tinja.

Klasifikasi Salmonella thyposa

Kingdom : Bakteria
Phylum : Proteobakteria
Classis : Gamma proteobakteria
Ordo : Enterobakteriales
Familia : Enterobakteriakceae
Genus : Salmonella
Species : Salmonella thyposa

Berikut ini beberapa akibat dari si bakteri tersebut:
Hepatitis Thyposa: Radang hati yang disebabkan kuman Thypus bersarang di lever. Repot kan? Hati yang meradang berarti menjadi lemah dan beresiko juga diserang secara paralel oleh virus hepatitis A, B atau C.

Meningitis Thyposa: Radang selaput otak yang disbabkan oleh serangan kuman Thypus. Nah...kalau ini jangan main-main. Jika injeksi antibiotik dosis tinggi, spesifik dan adekuat terlambat, maka kematian adalah taruhannya.

Recurrent Thypus (Thypus berulang): Thypus yang sering kambuh akan memperlemah pertahanan usus juga terhadap serangan bakteri lain, seperti Escheria Colii, Enterovirus, Amuba disentri, dan bakteri lainnya.
Menjadi Batu Empedu: Nah ini juga yang jarang diketahui. Kuman yang tidak tereleminasi sempurna akan melarikan diri ke saluran empedu. Empedu akan mengeluarkan cairan empedu untuk menggulung si kuman. Cairan yang keluar menggulung kuman tersebut dapat berkembang menajdi batu empedu. Batu empedu, jika sudah terbentuk, takkan bisa dikeluarkan dengan cara lain, kecuali dengan operasi pengangkatan kantong empedu. Sebab jika tidak diangkat, infeksinya akan menyebar dan menimbulkan sakit/kolik yang luar biasa. Masalahnya, setelah operasi pengangkatan empedu, maka kita sangat rentan mengalami diare jika dalam makanan kita terdapat cukup banyak lemak. So, harus diet lemak seumur hidup tuh...

Nah, penyakit tipus ini katanya bisa kambuh loh kalau:

- Istirahat kurang/bed rest kurang: Jika sakit Thypus menyerang, maka diperlukan bed rest, dengan maksud mengurangi gerak sehingga membantu percepatan penyembuhan luka usus. Jika usus ini tidak sembuh-sembuh, maka ada kemungkinan lapisan luka yang mengandung kuman dan toksin (plaque payer)tersebut lepas terbawa darah dan bisa lari ke hati, otak dan saluran empedu.

- Diet makanan lunak kurang: Sama dengan penjelasan di atas, makanan yang lunak dimaksudkan untuk memperingan kerja usus, sehingga lebih cepat sembuh sempurna. Jika diet lunaknya baru sebentar kemudian sudah kembali diet normal, apalagi ditambah makanan yang merangsang (tinggi minyak, asam, pedas, kecut), maka Thypus sulit sembuh sempurna.

- Obat antibiotika yang tidak diminum sempurna: Obat Chloramphenicol yang menjadi drug of choice tidak diminum sempurna, sehingga menimbulkan kekebalan Salmonella, sehingga sakit menjadi sulit sembuh.

Nah, rekan sekalian, ada seorang dokter kerabat saya yang mempunyai putra sakit Thypus, kemudian merawatnya dengan santai. Sang anak yang belum sembuh juga berlari lompat-lompat kesana-kemari, serta minum Coca cola. Akhirnya, sang anak sakit berkepanjangan sampai menderita Meningitis Thyposa, dan akhirnya tak selamat.

Pada karyawan atau eksekutif yang menderita Thypus seringkali tidak istirahat cukup karena berbagai alasan pekerjaan, melanggar diet (karena tidak tahan dengan diet bubur), dan minum obat seenaknya (karena bandel dan kurang informasi dari dokter).

Sekarang, saatnya kita melawan kuman Salmonella, dengan hidup bersih dan menjaga kesehatan. Cuci tangan sebelum makan, dan makan pada jam fisiologis (pagi jam 06-08.00, siang jam 11.00014.00, malam jam 17.00-20.00). Diluar jam tersebut, pertahanan perut kurang karena enzim-enzim pertahanan perut tidak diproduksi. Alhasil, jika ada si Salmo lewat, maka kita gampang terjangkit Thypus. Atau kurangi makanan yang terdisplay lama tanpa pengaman yang cukup. Lebih ideal makan makanan panas, karena kecil kemungkinan ada bakteri Salmonella.

Sumber:
http://mikrobia.wordpress.com/2008/05/16/salmonella-thyposa/
http://www.forumsains.com/kesehatan/awas-salmonella/?wap2

Jumat, 24 Desember 2010

~ INFLUENZA ~


Influenza, yang sering disebut juga demam, pilek, dan flu merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh beberapa strain virus yang berlainan, yang virus-virus tersebut kadang berbahaya. Wabah influenza yang hebat terjadi setelah Perang Dunia I melenyapkan empat kali sebanyak orang-orang yang tewas selama peperangan yang mengerikan tersebut. Di India saja lebih dari 5 juta kematian dilaporkan, tetapi jumlah yang sebenarnya mungkin jauh lebih besar.

Influenza selalu menipa dengan tiba-tiba. Penyakit ini biasanya mulai dengan perasaan menggigil demam, sakit kepala dan nyeri otot yang hebat dipunggung dan pada anggota gerak. Si korban merasa lemah dan sangat tidak enak. Virus itu dapat tersebar melalui batuk dan bersin. Radang hidung dan kerongkongan dapat tersebar ke batang tenggorokan sampai ke paru-paru dan menyebabkan sakit kerongkongan, batuk-batuk serta mata dan hidung berair. Perasaan sakit mungkin terjadi pada langit-langit lembut dan belakang hulu kerongkongan mungkin merah karena adanya infeksi bakteri-bakteri.

Dalam keadaan yang lebih ringan temperature naik sampai 39oC dan berlangsung selama dua atau tiga hari. Dalam keadaan yang lebih parah temperature bias naik sampai 40oC dan terus-menerus sampai empat atau lima hari, diikuti dengan perasaan lemah, berkeringat dan perasaan lelah yang mungkin berlangsung selama beberapa minggu. Bisa juga diikuti dengan batuk-batuk yang hebat yang disebabkan oleh gangguan pada batang tenggorok. Komplikasi-komplikasi yang serius termasuk radang paru-paru, radang selaput dada dan empymea atau pernanahan dalam rongga dada. Depresi yang hebat dan lama kadang-kadang terjadi sesudah serangan influenza, barangkali karena pengaruh virus pada otak dan susunan urat saraf. Infeksi telinga dan radang sinus bias terjadi terus menerus akan member akibat yang lama sesudah influenza itu sembuh.

Minggu, 09 Agustus 2009

Penyakit Akibat Tekanan Darah Tinggi

Darah tinggi adalah penyakit yang sanagt serius dan berbahaya, karena tingginya tekanan dalam darah maka kinerja jantung bekerja terlalu keras, tekanan darah yang terlalu kuat dapat melukai pembuluh darah arteri dan organ seperti jantung,ginjal, otak dan mata.
Penderita darah tinggi biasanya berlangsung seumur hidup oleh karena itu penderita darah tinggi harus menjaga pola hidupnya secara seimbang, seperti halnya diabetes, tekanan darah yang tinggi tidak ada obatnya, yang ada hanyalah mengontrol kondisi tekanan darah itu agar tidak terpacu terlalu tinggi.
Jika tidak dikontrol penyakit akibat tekanan darah tinggi ini bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan kebutaan, jika tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan kematian.
Cara agar terhindar dari darah tinggi:
  • Menjaga berat badan yang ideal,tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus
  • Melakukan excercise fisik seperti jogging atau olah raga ringan lainnya,hindari olahraga yang memacu adrenalin seperti arung jeram,sepak bola,bela diri dll.
  • Hindari alkohol.
  • Hindari hal-hal yang mudah memacu emosi karena emosi yang tinggi menyebabkan peningkatan tekanan darah yang cukup tinggi.
  • Memperbanyak santai, berdoa, meditasi dan beribadah dapat membantu mengontrol emosi dan menjaga tekanan darah tetap seimbang. 

Penderita darah tinggi sangat banyak terutama di negara maju seperti di amerika 28% penduduk dewasa mengalami hipertensi,satu dari 3 orang dewasa di amerika mengalami gejala darah tinggi sejak usia 18 tahun, tekanan hidup, stress pada pekerjaan dan masalah emosi lainnya memacu hipertensi dengan cepat, lebih baik mencegah daripada mengobati.